ips Memperpanjang Umur Kendaraan dan Menghemat Bahan Bakar

  1. Hindari pemanasan mesin yang terlalu lama, jika putaran mesin sudah rata jalankan kendaraan.
  2. Putaran mesin diusahakan jangan terlalu rendah dan jangan terlalu tinggi.
  3. Hindarilah menjalankan kendaraan dengan kecepatan tinggi, usahakan menjalankan kendaraan dengan kecepatan konstan dan jangan mengkocok-kocok pedal gas jika tidak diperlukan.
  4. Waktu mengendarai jangan meletakkan kaki di atas pedal kopling
  5. Jagalah tekanan angin ban kendaraan sesuai/ tepat.
  6. Bagi kendaraan yang menggunakan Exhaust Brake, posisikan switch utama pada ON jika sedang berkendara.
  7. Ikuti jadwal perawatan pemeliharaan yang ada pada buku pedomn pemilik dan buku service.

analisis kerusakan mesin diesel

1. Sistem Injeksi Bahan Bakar Tidak Berfungsi dengan Baik

Kemungkinan Penyebab Kerusakan / Gangguan Cara Mengatasi
a. Bahan bakar bocor dari pipa tekanan tinggi – Keraskan Mur Pengikat pipa tekanan tinggi / ganti dengan pipa tekanan yang baru
b. Nozzle rusak – Ganti dengan nozzle yang baru
c. Ada udara pada saluran bahan bakar – Keluarkan udara dari saluran bahan bakar dengan cara memompakan priming pump
d. Saat penginjeksian bahan bakar terlambat – Setel pada penginjeksian bahan bakar
e. Control rack tidak berfungsi – Perbaiki mekanisme control rack
f. Automatic timer tidak tepat – Setel automatic timer

2. Gangguan Pada Saluran Sistem Bahan Bakar

Kemungkinan Penyebab Kerusakan / Gangguan Cara Mengatasi
a. Saringan pada pompa pemindah tersumbat – Bongkar pompa pemindah dan bersihkan saringannya
b. Saringan bahan bakar tersumbat – Ganti elemen saringan bahan bakar
c. Tangki bahan bakar kotor – Bersihkan tangki bahan bakar
d. Kemampuan pompa  pemindah yang sangat rendah – Perbaiki / ganti
e. Injeksi bahan bakar tidak tepat – Setel saat penginjeksian dengan cara menggeserkan pompa injeksi
f. Jumlah bahan bakar yang diinjeksikan ke silinder tidak sama – Kalibrasi pompa injeksi pada test bench
g. Governor kurang baik – Setel pompa injeksi pada test bench
h. Ada angin pada saluran bahan bakar – Bleeding
i. Bahan bakar bocor pada pipa tekanan tinggi – Keraskan mur pengikat pipa tekanan tinggi / ganti pipa tekanan tinggi

3. Engine Knocking / Detonasi

Kemungkinan Penyebab Kerusakan / Gangguan Cara Mengatasi
a. Atomisasi nozzle kurang baik / tekanan penginjeksian tidak tepat – Overhaul nozzle, bersihkan komponen-komponen dan ganti jika rusak, kemudian stel tekanan nozzle sesuai spesifikasi
b. Bahan bakar tidak tepat (angka cetane rendah) – Ganti dengan bahan bakar yang sesuai
c. Saat injeksi bahan bakar terlalu cepat – Setel pemasangan pompa terhadap mesin
d. Jumlah bahan bakar yang diinjeksikan ke dalam silinder tidak rata – Kalibrasi pompa injeksi pada test bench

4. Putaran Mesin Kasar, Khususnya Pada Putaran Idle

Kemungkinan Penyebab Kerusakan / Gangguan Cara Mengatasi
a. Jam bahan bakar yang diinjeksikan ke dalam silinder tidak sama – Kalibrasi pompa injeksi pada test bench
b. Control rack tidak berfungsi – Bongkar control rack dan setel mekanismenya
c. Idling spring capsule setelannya kurang baik – Setel
d. Diafragma governor tidak berfungsi – Periksa dan ganti jika rusak
e. Atomisai Nozzle kurang baik / tidak tepat – Stel nozzle dan ganti jika rusak

5. Mesin Susah dihidupkan

Kemungkinan Penyebab Kerusakan / Gangguan Cara Mengatasi
a. Bahan bakar tidak sampai ke pompa injeksi / bocor – Periksa saluran bahan bakar dan perbaiki jika bocor
b. Saluran bahan bakar tersumbat oleh udara – Bleeding
c. Saringan bahan bakar dan saluran bahan bakar tersumbat – Bersihkan / ganti saringan bahan bakar dan saluran bahan bakar
d. Kemampuan pompa pemindah menurun / tidak sesuai spesifikasi – Perbaiki / ganti pompa pemindah
e. Pipa tekanan tinggi lepas, longgar / pecah – Kerusakan mur / ganti
f. Control rack tidak mencapai posisi tempat bahan bakar yang diinjeksikan – Perbaiki control rack dan perbaiki pula mekanismenya
g. Delivery valve rusak – Ganti
h. Jumlah bahan bakar yang diinjeksikan terlalu sedikit, karena pompa pemindah rusak – Perbaiki / Ganti pompa pemindah
i. Tekanan penginjeksian bahan bakar terlalu rendah – Setel / kalibrasi nozzle sesuai spesifikasi
j. Saat penginjeksian bahan bakar terlalu rendah – Setel saat penginjeksian
k. Governor / full load capsule setelannya kurang baik – Setel pompa injeksi pada test bench

6. Mesin Asapnya Banyak, tetapi Mesin Tidak Mau Menyala

Kemungkinan Penyebab Kerusakan / Gangguan Cara Mengatasi
a. Saat penginjeksian bahan bakar terlambat – Setel saat penginjeksian
b. Timer lock nut longgar atau lepas – Kerusakan mur pengunci timer
c. Atomisasi bahan bakar tidak baik – Perbaiki dan setel nozzle / ganti
d. Kotoran (karbon) berkumpul pada nozzle needle – Bersihkan nozzle / ganti jika rusak
e. Angka cetane terlalu rendah – Ganti jenis bahan bakar
f. Bahan bakar tercampur air – Ganti bahan bakar

7. Selama Mesin di Starter Mengeluarkan banyak Asap

Kemungkinan Penyebab kerusakan Cara Mengatasi
a. Timer injektor timing terlalu cepat / lambat – Bongkar automatic timer dan setel
b. Pemasangan pompa injeksi terhadap saat penginjeksian tidak tepat – Periksa pemasangan pompa injeksi dan tempatkan saat penginjeksian (sesuai spesifikasi)
c. Atomisasi bahan bakar kurang baik – Perbaiki dan ganti nozzle
d. Nozzle rusak – Ganti Nozzle
e. Kotoran (karbon) berkumpul pada nozzle needle – Bersihkan dan ganti jika rusak
f. Sekrup control pinion clamp lepas / longgar – Setel posisi control pinion dan keraskan sekrupnya
g. Delivery value rusak – Ganti
h. Delivery value spring putus – Ganti pegas
i. Setelan full load capsule tidak baik – Setel full load capsule
j. Pneumatic governor link / stopper aus – Perbaiki / ganti mekanisme governor pneumatic

8. Selama Mesin Hidup Banyak Mengeluarkan Asap

Kemungkinan Penyebab kerusakan Cara Mengatasi
a. Saat penginjeksian bahan bakar terlalu cepat – Tepatkan saat penginjeksian sesuai spesifikasi
b. Bahan bakar bercampur air – Ganti bahan bakar
c. Cincin torak dan dinding silinder bocor sehingga minyak pelumas naik ke ruang bahan bakar – Ganti cincin torak dan perbaiki dinding silindernya
d. Oli silinder katup bocor, sehingga minyak pelumas masuk ke ruang bakar – Ganti
e. Bahan bakar yang diinjeksikan terlalu banyak – Kalibrasi pompa injeksi pada test bench
f. Jumlah bahan bakar yang diinjeksikan ke dalam silinder tidak sama – Kalibrasi pompa injeksi pada test bench
g. Udara yang masuk kedalam silinder terlalu sedikit karena saringan udaranya tersumbat – Bersihkan saringan / ganti
h. Oli mesin terpompa ke atas – Periksa permukaan oli dan sesuaikan jumlahnya

TUNE-UP

Istilah Tune Up mesin akhir akhir ini berubah menjadi regular checking. Kalau dulu perhatian orang terutama kepada mesi, sekarang perhatian orang menyeluruh pada kondisi mobil. Dulu mesin banyak perlu di stel sekarang nyaris tidak ada bagian yang perlu di stel. Kalau dulu ada stel, ganti dan bersihkan, maka sekarang hanya bersihkan atau ganti. Karena mesin mesin sekarang  lebih banyak dikendalikan komputer dan sensor. Satu contoh, kalau dulu radiator air habis akan mengakibatkan melengkungnya selinder head maka sekarang sebelum sampai memoletkan selinder hear, mesin sudah dimatikan secara otomatis oleh komputer, sehingga tidak sampai merusaha bagian dari mesin. Namun……….mesin sekarang lebih peka terhadapa bahan bakar, oli sambungan sambungan kabel, harus bagus,.

Karena mesin lama masih banyak, maka sari sampaikan seri tulisan tune up mesin. Penggunaan   yang terus menerus mengakibatkan  bagian-bagian pada  mobil mengalami perubahan. Perubahan yang tidak  dapat  di­hindari tersebut dapat terjadi  akibat gesekan, fungsi  penyarin­gan  pada  filter dan lain-lain selama penggunaan.  Supaya  mobil bisa  bekerja optimal lagi maka bagian-bagian ini harus  mendapat penyetelan  ulang  atau  penggantian dan  pembersihan  dari  debu maupun kotoran lainnya.

Pekerjaan Engine Tune Up atau Tune Up Mesin adalah  tindakan yang dilakukan untuk mengembalikan kondisi mesin pada taraf kerja mesin  yang optimal, yaitu dengan menyetel  ulang,  membersihkan, atau mengganti bagian yang sudah rusak.  Keuntungannya,   penggu­naan bahan bakar  lebih irit, mesin awet.

Dalam  beberapa kali terbitan di harian ini,  penulis  ingin menyampaikan  informasi  tentang pekerjaan Tune  Up  Mesin  untuk  mesin  yang  digunakan pada Toyota Kijang,  yaitu mesin  seri  K, khususnya  5K. Penjelasan tentang cara kerja yang  berurutan  dan disertai  gambar,  akan mempermudah pemilik  mobil,  merawat  dan memperbaiki mobil.

Sebelumnya  memulai pekerjaan Tune Up Mesin  atau  pekerjaan reparasi lainnya, sangatlah   penting  untuk  memperhatikan petunjuk-petunjuk sebagai berikut:

Pakailah  kain atau plastic tutup-pengaman: fender, tempat duduk  dan  lantai, agar kendaraan terhindar dari kotoran maupun kerusakan lainnya. Selama  pekerjaan  bongkar pasang dilaksanakan, hendaknya bagian kendaraan yang dibongkar diatur dengan rapi dan  berurutan sehingga mempermudah waktu pemasangan kembali.

Sebelum melakukan  pekerjaan kelistrikan, kabel dari  termi­nal battery (aki) harus dilepaskan.Pen,  gasket,  dan ring O harus selalu diganti  dengan  yang baru . Pada  waktu  melakukan perakitan, gunakan  perapat  (sealer) pada gasket untuk menghindari kebocoran.Perhatikan  spensifikasi momen pengencangan baut, dan  guna­kan selalu kunci momen.

Setiap penggantian suku cadang, hendaknya selalu menggunakan suku cadang yang asli.Tidak  mengganti  sekering dengan  sekering  yang  amperenya lebih  besar, karena hal ini dapat mengakibatkan  kebakaran  pada kabel-kabel instalasi mobil.

Jika kendaraan diangkat (dongkrak), gunakan penunjang tetap. Jangan  mengerjakan  sesuatu di bawah kendaraan  tanpa  penyangga tetap karena bahaya tertindih mobil.  Hindari  cara membuka sesuatu dengan palu dan  pahat  karena hal  ini akan merusak permukaan mur-baut dan bagian-bagian  lain. Gunakan  selalu kunci yang cocok dan peralatan khusus yang  telah disediakan oleh pembuat kendaraan. Pekerjaan Tune Up Mesin dapat dimulai dengan memperhatikan:

System Air Pendinginan

Melihat tinggi permukaan air atau cukup tidaknya air dalam radia­tor   tidak  perlu dengan membuka tutup radiator,   cukup  dengan memeriksa permukaan air pada tangki cadangan (reservoir tank).  Apabila  dalam 2 atau 3 hari, air pada tangki  cadangan  ini selalu  habis,  maka segera mengadakan  penelitian  yang  cermat. Mungkin  ada  bagian  yang bocor, akibat  kerusakan  sealer atau pecahnya selang radiator atau pompa air bocor. Segeralah mengadaan perbaikan.

Periksa Air Pendingin.

Disaat   mesin masih dingin, tutup radiator dibuka dan  per­hatikan kualitas dari air pendingin. Harus bersih, tanpa oli atau kotoran karat dan lain-lain. Kalau sudah kuning berkarat,  segera mengganti dengan air yang baru. Membuang air bekas dari  radiator dapat  dengan mengendorkan sekrup kupu-kupu plastik yang  ada  di bagian  bawah  dari  radiator sisi dalam.  Atau  melepaskan  baut kuningan dengan kunci 14 mm, di bagian depan blok mesin, di bawah water pump (pompa air).

Apabila air pendingin mengandung oli, maka hal ini  menanda­kan  ada  yang tidak beres dengan mesin  mobil.  Mungkin  terjadi keretakan pada kepala silinder, paking kepala silinder rusak atau korosi  pada  kepala silinder. Hal ini  biasanya  diikuti  dengan temperatur mesin yang tinggi.

Memeriksa kebocoran pada system pendinginan. Dengan menggunakan alat test tutup radiator, dapat diketahui bocor  tidaknya  system  pendinginan.  Kerusakan-kerusakan   pada radiator,  berupa lepasnya timah penyambung atau  lubangnya  pipa radiator.  Bagian  ini  akan memperlihatkan  tetesan  air.  Slang radiator  yang tidak terpasang dengan baik akibat kendornya  klem atau  water  pump  yang rusak dapat  menyebabkan  kebocoran  pada system pendinginan. Temperatur mesin yang sekonyong-konyong  naik terlalu tinggi, dapat disebabkan oleh penyumbat (water plug) yang pecah, atau thermostat rusak.

Tutup  radiator yang rusak karet sealer atau per klep,  akan menyebabkan  air  dalam radiator cepat habis, yang  pada  saatnya akan  merusak  mesin akibat terlampau  panas.  Hati-hati  membeli tutup radiator yang palsu. (Bersambung)